Langsung ke konten utama

Tuhan, Bolekah Aku Cuhat?

Tuhan, bolehkah aku curhat?
Aku tahu, Engkau juga pastinya sangat tahu apa yang terjadi hari ini. Bahkan tanpa aku menuliskan curhatanku di sini. Tapi biarkan aku meringankan sedikit beban di dada. Yang berdesakan bak angin musim dingin sebelum hujan melanda.

Tuhan, aku tahu Engkau sangat mencintaiku. Hingga hari ini engkau menguji iman dan kepercayaanku kepadaMu. Saat ini engkau pasti tahu, siapa lelaki yang menabrak aku dan ibuku, lalu meninggalkan kami tanpa tanggung jawab. Sebetulnya aku ingin tahu siapa dia, Tuhan. Tapi aku tak tahu harus bertanya pada siapa? Aku bahkan tak tahu motor dan plat nomernya berapa. Tapi, saat ini, aku sangat yakin Engkau sangat tahu siapa dia.

Bilang sama dia Tuhan, aku sudah mengikhlaskan apa yang terjadi hari ini. Sekali pun sebenarnya aku tak pernah ikhlas ibuku terluka. Bilang sama dia Tuhan, sebenarnya, jika dia tidak melarikan diri, aku mungkin tak akan menuntutnya apa-apa. Mungkin saja, dia meninggalkan kami karena takut menanggung biaya rumah sakit. Mungkin saja dia punya tanggungan keluarga yang rumit.

Jangan bilang sama dia Tuhan. Tentang diriku yang harus bertahan sendirian bermenit-menit di depan UGD tanpa bisa menahan tangis. Bahkan aku harus beberapa kali memalingkan wajahku, agar mendung di wajahku tak tampak di  depan ibuku, orang yang kucintai. Yang hari ini berjuang melawan sakit di UGD. Bilang sama dia, Tuhan. Ibuku wanita yang kuat.Tapi seharusnya dia tidak meninggalkan kami, seperti seorang pengecut. Setidaknya, apa dia lebih memilih menanggung rasa bersalah di hatinya daripada menemui kami. Tapi tunggu, Tuhan. Mungkin saja saat pembagian rasa bersalah dia tidak datang.

Tuhan, terima kasih. Saat ini tak ada hal yang paling kusyukuri selain Engkau masih memberikan kesempatan untukku bersama ibu. Engkau yang menjaga kami. Terima kasih juga Tuhan, Engkau telah memberikanku teman-teman yang sangat peduli padaku, saudara-saudara yang menjauhiku, Budhe yang jaraknya 10 meter dari rumah sakit tapi lebih memilih menunggui rumah mewahnya itu, dan mereka yang selalu mendoakanku dari jauh. Teman-teman facebook dan segenap teman-teman yang menyayangiku.

Tuhan, itu saja. Terima kasih sudah mendengarkan curhatku.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Novel: Belahan Jiwa, Saat Dia Selalu Bersamamu, Cinta itu Telah Hadir

Jangan dibuka trailer di atas kalau gak mau kayak aku, langsung lari ke Indomaret buat ngambil novel Belahan Jiwa karya Nuniek KR ini :). Sumpah dendam banget sama yang buat trailer, maksudnya apa coba, bikin trailer yang bisa bikin nangis dari detik pertamanya di play (Pas iklannya, Plak). Tapi beneran aku sempat menitikkan air mata waktu liat trailer ini. Ciyus. Buat Bang Roll, hebat banget bisa bikin trailer keren kayak gini. Kamu utang 1 tetes air mataku, Bang. Hiks T_T

Comeback dengan "Time of Our LIfe" Day6 pecahkan rekor Baru

Sebuah penantian panjang bagi, My Day, fans dari Day6 akhirnya berakhir sudah. Yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba. Day6 comeback dengan album terbaru mereka The Book Of Us: Gravity dengan title track "Time Of Our Life" Suguhkan musik yang luar biasa, Day6 berhasil menuai banyak pujian dan juga berhasil memecahkan rekor mereka sebelumnya. Untuk pertama kalinya Day6 menjadi trending #! di chart musik setelah hampir empat tahun debut. Young K sempat tak percaya ketika siaran Comeback Vlive talk mereka Dowoon mengatakan bahwa mereka mendapat tempat pertama di chart. Namun Young K tidak percaya, dia juga mengatakan, "Aku akan menangis jika kita mendapat first win" Mereka baru percaya bahwa mereka trending di chart setelah staff memberi tahu mereka. Young K pun terlihat bahagia dan spechless. The Book Of Us: Gravity memiliki enam lagu Time Of Our Life, Best Part, Wanna Go Back, Cover, How to Life , For Me. Member Day6 turut serta dalam menulis dan membuat kom...

REVIEW SUPERNOVA “PETIR” : Elektra, Si Petir yang Rapuh di Luar, Dan Mpret, Si Jabrik yang Penuh Misteri.

Semua ini gara-gara Supernova ”Intelegensi Embun Pagi” yang pernah saya dapat dari sebuah GA. Saya jadi cinta mati sama Supernova bahkan sekarang lagi kepengen banget baca kelima seri lainnya. Sumpah, Mbak Dee Lestari keren banget bikin cerita. Kebayang kalau buku ini difilm-in pasti keren banget. Aku bakal rela nabung buat ketemu Elektra, Mpret, Gio, Bong, Bodhi, Zarah, Alfa, Kell, Liong dan tokoh-tokoh Supernova lainnya.