Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Curhat

Meski Ceria, Tapi Aku Pernah Terluka, Patah Hati, Bisa Menangis dan Depresi.

Orang  yang ceria bukan berarti  dia tak bisa terluka.  Dia juga bisa menangis  dan merasakan rasa sakit.  Aku adalah salah satu orang yang selalu dinilai  punya sifat dan karakter  yang ceria.  Di kehidupan  sehari-hari aku sering dinilai sebagai  seseorang  yang ceria,  kuat dan tomboy.  Karena image tersebut  orang-orang  kadang lupa kalau aku ini bisa menangis,  dan terluka,  bahkan orang sering berpikir bahwa aku seseorang  yang tidak bisa sakit  Pernah suatu hari aku sakit.  Aku adalah anak bungsu dari ketiga saudara. Ibuku  mendidikku dengan mandiri.  Tiap aku sakit,  aku  tidak pernah dimanja bahkan dalam kehidupan  sehari-hari pun aku tidak pernah dimanja.  Oleh karena itu aku tumbuh dengan karakter  anak bungsu  yang tak dimanja.  Biasanya anak bungsu kan enak,  bisa manja,  namun tidak denganku. Suatu hari aku ...

Apa yang aku pikirkan saat aku jenuh?

                        Ada banyak hal yang akhir-akhir ini membuatku sangat jenuh menjalani hidup. Tidak seperti biasanya saat aku mempunyai waktu luang, hari-hari yang libur untuk menikmati drama korea, tapi mendadak semuanya hambar.

Tuhan, Bolekah Aku Cuhat?

Tuhan, bolehkah aku curhat? Aku tahu, Engkau juga pastinya sangat tahu apa yang terjadi hari ini. Bahkan tanpa aku menuliskan curhatanku di sini. Tapi biarkan aku meringankan sedikit beban di dada. Yang berdesakan bak angin musim dingin sebelum hujan melanda.

Rahasiaku Menjadi Seorang Blogger

Rasanya pengen buka-bukaan deh sekarang, eits jangan mikir yang aneh-aneh dulu. Saya mau buka-bukaan tentang blog saya. Dan bagaimana menjadi seorang Blogger itu. Nah berhubung dari kemarin di facebook banyak yang nanya gimana sih bisa jadi blogger, jadi blogger itu ngapain, terus dapat job review atau ini itu ... aduh yung. Kayake ada yang kepo sama aku, cie artis cie ... bukan ... saya mah bukan artis. Aku mah apa atuh #sambilgoyangdumang ... abaikan. Biar postingannya menarik, karena biasanya saya mewawancarai orang. Saya pengen dong sekali-kali diwawancarai. Anggap aja saya lagi di wawancara, padahal nanya sendiri di jawab sendiri. Plakkk #gajemodeon

Awas! KETIPU Event Abal-Abal Menulis

Ketipu event? Pernah ngalamin? Atau denger curhatan teman yang ketipu event? Kok ya masih ada pihak-pihak penyelenggara event yang memanfaatkan keadaan. Mereka kok tega gitu? Sebenarnya saya gak cuman sekali, dua kali dengar curhatan teman yang ketipu event, kalau aku sendiri kayake gak pernah ketipu event, semoga aja gak pernah terus. Aamiin.

Say Hello To Married? NIKAH YUK!

Maried ... nikah? Gue selalu baper bawaannya kalau bicara soal ini. Nama gue Indria, umur 25 tapi wajah masih 17. Plak #digampar para blogger. Bicara soal nikah, gue adalah spesies yang sedang dikejar-kejar deadline buat nikah tahun ini. Ya Salam ...    Moment-moment sakral pas ijab qabul :) Gue pengen nikah. Ya ... wanita mana di dunia ini yang gak kepengen nikah. Memakai kebaya bagus, bertemu dengan orang yang nantinya akan menjalani hidup bersama, berbagi rasa, berbagi cinta, berbagi segalanya. Uh ... ngebayanginnya aja udah so sweet banget. Gak kebayang kalau nikah beneran.   Kadang nangis terharu kalau ngeliat orang ijab qabul Gue kadang sedih, ketika ada yang nanya sama emak gue, Kapan anak kamu nikah? Emak gue mesti jawab apa, lah wong pacar aja gue gak punya gimana mau nikah? Sedih ... sumpah rasanya gak ada yang ngerti gimana perasaan gue. Di saat umur segini yang lain udah pada merancang biaya pernikahan gue masih bergelut dengan segala macam deadl...

Ghost Writer, Nulis Tapi Gak Keliatan

Apa itu Ghost Writer? Penulis hantu? Bukan ... istilahnya penulis bayangan. Dia nulis, tapi buat orang lain. Istilahnya dia nulis buat dijual ke orang lain. Lah gimana dong, kok gitu?

Kisah Nyata: Vonis Dokter Jadi Alasan Kenapa Aku Menulis

Bersama Nuniek KR, Mentor, Sahabat, Teteh, Teman :) Kenapa aku menulis? Ingin tenar? Bukan. Pengen dikenal? Nggak. Pengen dapat uang banyak? Tidak. Kenapa saya menulis? Saya suka menulis sejak lama, menulis apa aja yang bisa saya tuliskan, berawal dari sebuah diary yang dibelikan ibu karena saya meminta piano mainan sama ibu tapi gak dibelikan. Dari diary itu menjadi tempat pertama saya menulis. Apa saja saya tuliskan di dalamnya, mulai dari naksir seseorang, sekedar biodata teman-teman SD sampai hal yang paling pribadi pun (dibaca: Naksir cinta monyet ampe 5 tahunan lebih) ada di diary saya.

Noraknya IndriA Pas Di Jakarta: Episode Cerita Konyol Menaklukan Kota Tua

Yang namanya orang desa kalau ke kota besar kayak saya biasanya Ndeso. Ada aja hal konyol yang saya lakukan di Jakarta. Selengkapnya mari kita teliti satu per satu kekonyolan saya di  Jakarta. Siapa sih yang gak kenal kota besar dengan gedung-gedung tinggi, bangunan keren dan yang paling keren adalah macetnya. Hai ... namaku IndriA

Metamorfosis IndriA, Gara-Gara Nama Aku Dibully

Jika bertanya masa kecilku dulu kayak apa? Warnanya pasti campur aduk kayak gado-gado. Aku orangnya minderan, pertama karena punya tampang pas-pasan, rambut keriting dan bernama Endang. Punya nama Endang selalu jadi bahan ejekan teman-teman. Karena  aku sering dipanggil Endang "NDUT" dan aku sangat membenci panggilan itu. Ini foto saya waktu masih kecil, yang kanan ya :)

Curhat Sang Juri : DIbalik Meja Juri Event Romantic Story

Jadi juri event, enak gak? Duh jangan ditanya enaknya deh, kenapa? Karena sulit diungkapkan dengan kata-kata. jadi juri, diuber-uber peserta ampe dikatain gak profesional baru kali ini saya rasakan.

Campur Aduk Kisah Lebaran Pagi Ini

Selamat pagi, selamat Hari Raya Idul Adha. Hayo kamu udah pada mandi, dandan yang keren belum, udah siap? Siap dikorbanin, eh. Pagi yang berbeda dengan pagi yang biasa kujalani saat Idul Adha, suasana sepi, dan merasa asing di kota orang. Pasalnya Bunda Nisa sama Pak Minto dan Dek Asma lagi gak di rumah. Sementara bunda saya yang asli dan bapak saya jauh berada di kota yang 7 jam dari sinii. Wajah saya pagi ini.

5 Hal Yang Dirindukan Saat Lebaran di Perantauan

Lebaran di kota orang, maksudnya bukan kota kelahiran dan jauh dari orang tua adalah hal pertama bagi saya di tahun ini. Karena saya bekerja di Malang dan belum bisa pulang, ada beberapa perbedaan yang membuat saya jujur kangen kampung halaman. Jelas ... semuanya pasti berbeda, karena kita berada di kota yang berbeda dengan tempat kelahiran. Dan lebaran saya tahun ini dengan tahun lalu memang sangat berbeda, namun saya tetap bersyukur. Saya yakin Tuhan sedang mengajarkan saya sesuatu. Buktinya saya bisa merasakan yang namanya jadi anak perantauan itu kayak gimana. Inilah 5 Hal yang kini saya rindukan saat lebaran di Perantauan :

Curahan Hati Seorang Editor: Editor Bukan Pembunuh

Beberapa hari yang lalu saya sempat membaca sebuah naskah dari sebuah penerbit, ceritanya bagus, namun sayang ada beberapa kesalahan edit. Sebenarnya bagi orang yang awam EYD itu tak masalah, namun ini sebuah naskah dari penerbit XXXX yang notabenenya adalah penerbit besar. Saya menulis kisah ini juga bukan untuk menjatuhkan, tapi bagaimana kita bisa mengambil hikmah dari kisah ini. Menjadi editor itu memang tak mudah, di tangannya sebuah naskah itu ibarat nyawa dan dia pemegang kunci nyawa naskah tersebut. Maksudnya sebuah naskah yang bagus ada peran editor dibaliknya. Yang tak pernah orang tahu, di belakang naskah best seller selalu ada editor yang berjuang mati-matian demi sebuah naskah yang bagus. Jadi kunci bagus atau tidaknya suatu naskah bukan hanya tergantung pada penulis, tapi pada editor.

Mirisnya Gaya Pacaran ABG Zaman Sekarang

Pacaran ABG zaman sekarang kayak gini ya? Pacaran ABG zaman sekarang ngeri ya? Ini cerita saya kemarin ketika menjumpai dua orang anak ABG yang usianya baru belasan tahun pacaran terang-terangan di depan mata saya di Kereta. Memang bukan urusan saya untuk mengusik mereka, bukan hak saya untuk bicara tapi tindakan mereka membuat saya gerah, geram sekaligus miris.

Curahan Hati Seorang Editor

Aku: "Mbak, ini naskahnya gak ada biodatanya?" X: " Gak ada, Mbak. Gimana dong?"  Aku: "Kalau sinopsisnya?" X: "Gak ada juga sih, mbak bisa gak buatkan buat saya, sekalian pilih 5 terbaik dari naskahnya ya, Mbak? Bagian yang orang lain tak pernah lihat dari seorang editor :) Lah ... ini yang jadi penanggung jawab saya atau dia? Hari ini saya ketemu klien yang membuat saya berpikir jadi Editor itu gak gampang. Kenalan dulu yuk sama saya, namaku Indria, lengkapnya Endang Indri Astuti, saat ini saya bekerja sekaligus belajar di sebuah penerbitan Ae Publishing sebagai editor. Wah ... hebat dong ... keren dong? Kata siapa? Kadang aja saya merasa belum pantas menjadi seorang editor, saya masih sering membuat kesalahan yang membuat saya ditegur oleh Bu Direktur karena kesalahan saya. Saya sadar bahwa proses di mana saya belajar mengedit masih panjang, kadang saya juga gak enak sama Bunda Anisa, dia selalu sabar ngajarin walau kadang saya s...