Mendengar nama Diva Press sebagai salah satu penerbit di Indonesia, tentunya tidak asing lagi, terlebih mendengar nama Pak Edi Mulyono atau Edi A.H. Iyuhbenu sebagai pemiliknya. Kini, Divapress mengusung satu penerbit baru yang menjadi wadah bagi para penulis. Penerbit yang sebelumnya bernama Pelangi, lalu berganti menjadi Penerbit Basabasi ini seperti memberikan angin segar di jalur indie. Jika biasanya menerbitkan naskah secara indie, par a penulis harus membayar biaya untuk naskahnya, maka tidak bagi naskah-naskah yang diterima di penerbit Basabasi. Penulis justru dibayar jika naskahnya lolos seleksi. Tentunya dengan seleksi ketat yang dilakukan oleh Pak Edi Mulyono, Kian Santang, Joni Ariadinata dan para kurator Basabasi. . Dalam Roadshow sastra perjuangan yang diadakan di Balai Sudjatmoko (19/11) Pak Edi mengungkapkan bahwa memerjuangkan sastra di negeri ini memang tidaklah mudah, tapi berkat dukungan dari teman-temannya dan tentunya untuk dunia literasi sendiri...