Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Artikel

Temukan Apa yang Kamu cari Hanya Dalam Satu Klik, Mulai dari Fashion, Tren, Berita hingga Tips Relationship semua ada di IDN Times.

                 Dunia dalam satu klik,mungkin itu satu kata yang bisa menggambarkan era digitalisasi saat  ini. Tidak dapat dipungkiri setiap hari kita bergelut dengan yang namanya internet. Mulai dari kebutuhan mengakses sosial media seperti facebook, instagram, twiter hingga membaca berita di media digital atau mengakses informasi lainnya.

Intip Yuk Kerennya Day6 di MV Terbarunya “IF We Meet Again”. Awas Salfok sama Kegantengan Dowoon!

Ngomongin Korea gak melulu soal boyband dan girlband maupun drama Korea. Ada juga band asal korea yang sekali-kali wajib kamu lirik karena gak kalah keren sama boyband dan girlband yang berasal dari negeri gingseng tersebut. Salah satunya adalah band yang hampir setahun ini merebut perhatian saya. Day6.

Bernard Batubara dan Metafora Padma

“Yang pertama harus kamu tahu, tidak semua orang bisa tersentuh dengan apa yang kamu tulis. Jadi ketika suatu saat nanti tulisanmu belum bisa menyentuh hati orang lain, tidak apa, kamu masih bisa mencobanya lagi. Cara terbaik agar tulisanmu menyentuh hati orang lain adalah buatlah tulisan yang bisa menyentuh diri sendiri, kuncinya adalah dengan jujur pada diri sendiri,” ungkap Bernard Batubara dalam acara Menyingkap Metafora Padma di Gramedia Solo minggu kemarin. Dalam kesempatan talkshow yang berlangsung selama dua jam kemarin, Bernard Batubara atau yang lebih akrab disapa Benz bicara soal buku terbarunya yang berjudul Metafora Padma. Merupakan buku terbaru Benz yang berisikan 14 cerpen yang ditulisnya dalam kurun waktu 2014-2016. Metafora Padma bisa dibilang salah satu karya Bernard yang bisa dibilang menyimpang dari karya-karya sebelumnya. Jika sebelumnya Bernard dikenal dengan buku-buku romancenya seperti Kata Hati, Jika Aku Milikmu, Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik Un...

Menjajal Sastra di Jalur Basabasi (Harian Surya, 23 November 2016)

Mendengar nama Diva Press sebagai salah satu penerbit di Indonesia, tentunya tidak asing lagi, terlebih mendengar nama Pak Edi Mulyono atau Edi A.H. Iyuhbenu sebagai pemiliknya. Kini, Divapress mengusung satu penerbit baru yang menjadi wadah bagi para penulis. Penerbit yang sebelumnya bernama Pelangi, lalu berganti menjadi Penerbit Basabasi ini seperti memberikan angin segar di jalur indie. Jika biasanya menerbitkan naskah secara indie, par a penulis harus membayar biaya untuk naskahnya, maka tidak bagi naskah-naskah yang diterima di penerbit Basabasi. Penulis justru dibayar jika naskahnya lolos seleksi. Tentunya dengan seleksi ketat yang dilakukan oleh Pak Edi Mulyono, Kian Santang, Joni Ariadinata dan para kurator Basabasi. . Dalam Roadshow sastra perjuangan yang diadakan di Balai Sudjatmoko (19/11) Pak Edi mengungkapkan bahwa memerjuangkan sastra di negeri ini memang tidaklah mudah, tapi berkat dukungan dari teman-temannya dan tentunya untuk dunia literasi sendiri...

Fakta Unik tentang My Perfectly Husband dan Proses Menulisnya

My Perfectly Husband adalah cerita pertama yang saya tulis di Wattpad sekitar 3 tahun yang lalu. Cerita ini sangat berkesan untuk saya, karena ini merupakan cerita pertama yang saya tulis di Wattpad. Saya sungguh terharu karena banyak yang membaca cerita ini. Walau sebenarnya cerita ini amburadul abis EYDnya. Ada hal-hal yang Reader belum tahu tentang My Perfectly Husband. Contohnya seperti nama Park Ha Kyung yang sebenarnya adalah nama Korea saya. Ini agak sedikit narsis sih, dan masih banyak beberapa hal tentang My Perfectly Husband. Tentang Fakta unik saya menuliskan cerita ini, kalau enggak unik ya diunikin aja.

Kalau Kamu Nemu Tanda-Tanda Aneh di Mantanmu, Maka Berhati-Hatilah Bisa Jadi Dia…

Enggak ada angin, enggak ada hujan, tiba-tiba aja dia datang lagi di kehidupanmu. Datang dengan membawa sejuta kata-kata manis, seolah tak pernah menaruh luka di hatimu. Mantan Oh Mantan. Bukan santan. Kamu pasti bingung kenapa makhluk yang benama mantan itu muncul kembali. Hidupmu yang sudah tenang menjadi goyah karena kehadirannya. Kamu mulai ingin mengubah hari-hari jomblomu menjadi manis bersama dia. Dengan segudang harapan di anganmu. Dengan harapan besar dia tak akan meninggalkanmu lagi. Walau terkadang itu omong kosong!

Alasan-Alasan Kenapa Cewek Suporter itu Pantas Bersanding Denganmu.

Menjadi seorang suporter tim sepakbola itu tidaklah buruk. Tak seperti yang dibayangkan di benak orang-orang. Dunia suporter tak selamanya hitam. Terkadang orang-orang hanya menilai dari hal-hal negatifnya. Sekali pun suporter, seorang cewek suporter tetaplah seorang perempuan berhati lembut. Bisa jadi alasan-alasan berikut adalah kenapa alasan dia pantas bersanding denganmu.

Mitos Sastra dan Kutukan Seorang Penulis (Dimuat di Radar Mojokerto, Jawa Pos Group 15 Mei 2016)

Sebelum saya posting cerita ini, ada sedikit cerita tentang esai saya. Saya pernah mendengar bahwa ada seorang teman baik yang tak tega hati untuk mengkritik esai saya. Dia bilang esai saya cethek, kurang pendalaman, teknik nulisnya juga hanya cari data asal tempel. Saya sempat agak down mendengar itu, bukan karena kritiknya, tapi karena dia teman baik saya yang tak berani mengutarakan langsung kepada saya. Kenapa? Sampai akhirnya saya sadar kok, tulisan saya tidak sempurn. Jadi bila ada kritik atau apa, silakan sampaikan langsung pada saya, itu demi kebaikan saya :) Terima kasih. =======================================================================

Diary “Ritual Lapaong Astral”

Apaan itu Ritual Lapaong Astral? Eits … jangan mikir yang aneh-aneh gitu. Ini bukan ritual yang berhubungan dengan dunia mistis dan lain sebagainya. Om Yuditeha lagi membuka acara. Dia juga sering disebut "Bos Genk" :) Jum’at kemarin saya baru dari Solo, bias jalan-jalan *muka songong. Halah sok banget ya? Hehehe. Suatu kehormatan saya bisa menghadiri acara sastra yang di dalamnya mempertemukan saya dengan mas-mas ganteng unlimited. Cie … giliran disinggung Mas Ganteng aja pada semangat. Banyak cerita lucu yang tak banyak diketahui orang, mulai dari berangkat ke Wisma TBJT hingga acara itu selesai tetap saja euforianya masih membekas.

Sumpah Palapa Penulis (Dimuat di Harian Surya, 24 Februari 2016)

Ada pemandangan tak biasa ketika saya mengikuti Workshop menulis bersama FLP Solo Jum’at 12 Februari lalu. Pasalnya saya seperti peserta lomba yang tersesat diantara puluhan anak-anak SD. Ini beneran lomba cernak untuk umum bukan sih, kok pesertanya anak-anak SD? Saya yang paling besar sendiri dong.

Ketika Pembaca Terjebak Gambar dan Judul Tanpa Membaca Artikel Maka Inilah Yang Terjadi

Sedih ya rasanya kalau artikel kita gak dibaca langsung dikomentari ini itu? Di sini rasanya agak nyesek, walaupun sebenarnya niat yang ngeshare itu baik, tapi karena pada gak baca isinya mereka berpikiran lain.