Langsung ke konten utama

Aremania Klaten Peduli, Bakti Sosial Sumbangkan Air Bersih

Aremania Klaten menggelar bakti sosial dalam rangka Aremania Peduli pada hari Minggu, 28 September 2015 kemarin. Acara ini berangkat dari kepedulian mereka akan krisis air bersih yang terjadi di daerah Kemalang, Klaten. Dari situ jiwa sosial nawak-nawak aremania klaten tergugah untuk membantu para saudara di Kemalang yang sedang mengalami kesusahan.
Aremania peduli, bakti sosial :)

Acara dimulai pukul 10 pagi, sebelum berangkat nawak-nawak(Sebutan kawan-kawan dalam bahasa walikan) berkumpul di Taman Lampion Klaten. Sekitar dua puluhan aremania Klaten berangkat dengan mengendarai motor menuju dusun Wukir Sari, Ploso kerep. Tawangmanggu. desa Talun, kecamatan Kemalang.

Menurut Noviana K. Sari, salah satu Aremanita Klaten yang saya wawancara, dana acara ini berasal dari iuran nawak-nawak dan beberapa donatur yang menyumbangkan dana untuk bakti sosial ini. Dana yang terkumpul sebesar 1.200.000 alias satu juta dua ratus ribu untuk selanjutnya disumbangkan menjadi 6 tangki air bersih yang dibagi-bagikan kepada warga beberapa dusun tersebut. Acara ini berlangsung hingga pukul 3 sore,kemudian dilanjutkan dengan nobar Arema di Taman Lampion belakang PMI Klaten.
Truk yang membawa tangki air bersih

Aremania Klaten sendiri berdiri sejak 1 Mei 2011, sempat bergonta-ganti Ketua hingga sampai saat ini memiliki ketua yang hampir 3 tahun lebih yaitu Gilang Isa Baskara. Meskipun tidak mempunyai basecamp, karena sebagian besar nawak-nawak berasal dari Klaten, tapi Aremania Klaten selalu kompak dalam melaksanakan berbagai kegiatan. Jauh dari Malang bukan berarti jauh dari Arema, justru kekompakan mereka benar-benar terjaga, mulai dari tur, nobar, kegiatan bakti sosial, bahkan pernah ngamen bareng untuk mencari dana yang disumbangkan ke Banjarnegara beberapa bulan yang lalu
Indahnya kebersamaan :)


Saya bangga terlahir sebagai arek Klaten, lebih bangga lagi karena saya menjadi bagian Aremania Klaten semenjak berdiri. Hampir 4 tahun bersama mereka, suka, duka pernah kita cicipi bersama. I proud you, AKK. Aremania Klaten mempunyai 1 moto yang selalu jadi semangat kita, Croos The Limit For One Spirit Arema, melintasi batas untuk satu semangat Arema.

Terima kasih sudah membaca, jangan lupa tinggalkan komentar, follow my google +@adindazetya, follow my twitter @queenlionade, facebook: Endang Indri Astuti




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memilih Hadiah Mukena untuk Ibu

Ramadhan sudah tiba, itu artinya lebaran sebentar lagi datang. Tradisi di keluarga saya biasanya selain ngumpul bareng saat lebaran, kita juga saling tukar-menukar hadiah antar anggota keluarga. Biasanya sih hadiahnya macam-macam, yang didapat beda-beda. Ada yang ngasih ada yang enggak juga sih. Tahun lalu saya dapat hadiah sandal jepit dari ibu, katanya karena tiap hari saya gak bisa lepas dari itu. Ya Allah, baik banget mah ibu saya. Tahun ini kira-kira saya dapat apa ya?   Sepertinya lebaran tahun ini bertepatan dengan ulang tahun saya. Saya lagi bingung nih mau nyari hadiah apa yang pas untuk ibu? Mau ngasih baju, tapi ibu pintar bikin baju. Sendal? Katanya Kakak bakalan ngasih ibu sendal (Jangan kasih tahu ibu, ibu enggak tahu soal ini sih). Terus ngasih apaan dong? Aha ... gimana kalau aku ngasih mukena aja, sepertinya ide yang bagus. Selain bisa dipakai saat salat Idul Fitri juga bisa buat salat sehari-hari. Tapi beli di mana ya? Mau beli langsung di mall atau pas...

Nila Asam Manis Pedas Ala Warung Mbak Diah Pedan

Menikmati weekend dengan makan di tempat yang rindang, sejuk dengan panorama khas pedesaan memang jadi dambaan semua orang. Seperti yang saya lakukan dengan teman-teman saya beberapa waktu yang lalu. Mencari makanan enak di kota kami, Klaten memang tidak cukup sulit. Hanya saja kadang untuk mencari lokasinya sedikit sulit, tapi untungnya sekarang ada aplikasi Opensnap jadi gak perlu repot buat cari lokasi tempat makan favorit. Hm ... Mandanginnya ampe segitunya :)

Catatan Kopdar KBM, Rok Tersangkut di Nol Kilometer, dan Ketinggalan Trans Jogja

  Yang tertinggal dari sebuah pertemuan adalah kisah yang harus dituliskan. Adapun terkadang geming lebih hening dari selisih waktu. Atau aku yang terkadang mengumpat sesaknya kota ini di selaput pandang matamu. Eaak … ini ngapain malah puisi?   Coba tebak, Joe Taslim yang mana?