Langsung ke konten utama

Review Film: Don't Click, Hidupmu Berubah Hanya dalam Satu Klik

Ngomongin soal film sebenarnya saya tidak suka nonton film horor. Karena takut sih, tapi semenjak gabung di grup Panchake (Penulis Cerita Horor dan Horor Komedi) sekaligus jadi kru majalah online Panchake, saya sedikit tidak takut dengan yang namanya horor. Bagaimanapun juga kita tak pernah benar-benar sendirian.

Beberapa hari yang lalu saya sempat menonton satu film yang berkesan banget. Film Horor Korea sih, judulnya Don't Click. Awalnya sih gak berani nonton, cuman kok aku penasaran ya! Dari judulnya aja udah menarik, Don't Click alias jangan di Klik.



Saya kira film ini romance, eh gak tahunya horor. Ceritanya bagus, ada pelajaran yang dapat diambil dari film ini. Horornya dapet, thrillernya juga dapat. Merinding sih nonton film ini walau emang hantunya gak nyeremin tapi thrillernya itu bener-bener keren.

Don't click bercerita tentang karma, cinta juga persaudaraan.  Cerita berawal dari Jung Mi (Kang Byul) menerima video ritual medium dari Joon Hyuk (Joo Woon) pacar dari sang kakak Se Hee (Park Bo Young). Jung Mi ini suka mengupload video di youtube, video yang pertama kali dia upload adalah tari perut. Dari Video itu dia bisa dapat banyak uang. Sampai pada suatu saat Joon hyuk memberikan satu video ke Jung Mi.


Video itu berisi satu video ritual kutukan boneka yang berisi jampi-jampi. Semenjak itu muncullah kejadian-kejadian aneh yang dialami oleh Jung Mi dan Se Hee sang kakak. Mulai dari pintu almari membuka sendiri, mereka yang selalu diawasi oleh sisi TV, sampai klimaksnya ketika Jung Mi memberikan video itu kepada Cutie untuk dijual videonya. Malam itu juga Cutie meninggal dengan tragis. Sebelum meninggal rekaman CCTV merekam sendiri kematian Cutie dan bisa menggunggahnya ke video yang ditontn Jung Mi.

Jung Mi menjadi seperti orang gila dan kerasukan. Sampai pada akhirnya diketahui bahwa video tersebut adalah milik anak dari ayah yang difitnah melakukan pelecehan sosial karena satu video yang telah diedit. Kejadian-kejadian aneh terus berlanjut, bahkan seluruh sisi TV di kota mereka seperti mengawasi mereka. Satu per satu pembunuhan terjadi dan pada akhirnya film ini ditutup dengan ending tak terduga.

Jika anda kurang percaya, silakan tonton sendiri filmnya. Film ini dilaunching sekitar tahun 2012 tapi memang masih asik buat ditonton sampai sekarang.
Buat yang penasaran silakan liat trailernya di sini ya https://www.youtube.com/watch?v=gZsUy4WTQPY

Terima kasih sudah membaca, jangan lupa meninggalkan komentar, follow google+ my twitter: @queenlionade facebook: Endang Indri Astuti, google+ adndazetya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memilih Hadiah Mukena untuk Ibu

Ramadhan sudah tiba, itu artinya lebaran sebentar lagi datang. Tradisi di keluarga saya biasanya selain ngumpul bareng saat lebaran, kita juga saling tukar-menukar hadiah antar anggota keluarga. Biasanya sih hadiahnya macam-macam, yang didapat beda-beda. Ada yang ngasih ada yang enggak juga sih. Tahun lalu saya dapat hadiah sandal jepit dari ibu, katanya karena tiap hari saya gak bisa lepas dari itu. Ya Allah, baik banget mah ibu saya. Tahun ini kira-kira saya dapat apa ya?   Sepertinya lebaran tahun ini bertepatan dengan ulang tahun saya. Saya lagi bingung nih mau nyari hadiah apa yang pas untuk ibu? Mau ngasih baju, tapi ibu pintar bikin baju. Sendal? Katanya Kakak bakalan ngasih ibu sendal (Jangan kasih tahu ibu, ibu enggak tahu soal ini sih). Terus ngasih apaan dong? Aha ... gimana kalau aku ngasih mukena aja, sepertinya ide yang bagus. Selain bisa dipakai saat salat Idul Fitri juga bisa buat salat sehari-hari. Tapi beli di mana ya? Mau beli langsung di mall atau pas...

Nila Asam Manis Pedas Ala Warung Mbak Diah Pedan

Menikmati weekend dengan makan di tempat yang rindang, sejuk dengan panorama khas pedesaan memang jadi dambaan semua orang. Seperti yang saya lakukan dengan teman-teman saya beberapa waktu yang lalu. Mencari makanan enak di kota kami, Klaten memang tidak cukup sulit. Hanya saja kadang untuk mencari lokasinya sedikit sulit, tapi untungnya sekarang ada aplikasi Opensnap jadi gak perlu repot buat cari lokasi tempat makan favorit. Hm ... Mandanginnya ampe segitunya :)

Catatan Kopdar KBM, Rok Tersangkut di Nol Kilometer, dan Ketinggalan Trans Jogja

  Yang tertinggal dari sebuah pertemuan adalah kisah yang harus dituliskan. Adapun terkadang geming lebih hening dari selisih waktu. Atau aku yang terkadang mengumpat sesaknya kota ini di selaput pandang matamu. Eaak … ini ngapain malah puisi?   Coba tebak, Joe Taslim yang mana?