Langsung ke konten utama

Tragedi Toilet Cowok dan Tanya Tak Terjawab Asma

Pernah gak sih kamu ketemu sama anak kecil yang unyu-unyu, ngegemesin terus tiba-tiba aja dia nanya sesuatu. Kamu tahu jawabannya tapi menjadi sulit untuk menjabarkan. Seperti "Kak, pacaran itu apa sih?" "Terus Kakak, dedek itu asalnya dari mana?" Nah loh ... gak mungkin kita akan memberi penjabaran kepada jiwa-jiwa manis yang masih polos ini dengan keterangan yang sebenarnya.


Pengalaman inilah yang saya alami semalam, bersama keluarga AE, Bunda Anisa Ae Kepompong dab Adik Asma, kami berangkat ke Stadion Kanjuruhan. Sebenarnya tujuan utama kita ke Kickfest 2015 buat liputan, tapi berhubung ada beberapa alasan yang membuat itu semua gagal, terlebih karena Bunda Anisa Ae Kepompong lagi hamil muda.

Akhirnya demi mengobati kekecewaan saya, kita pergi  ke Stadion Kanjuruhan. Kebetulan malam ini Arema sedang melakoni laga Piala Presiden melawan Sriwijaya Fc. Meskipun agenda kami bukan menonton Arema, tapi stadion Kanjuruhan mengingatkan saya beberapa momen saat saya melakoni tour 9 jam demi 90 menit bersama Aremania Klaten.

Setelah puas berkeliling dan menemani Asma bermain-main, Asma kebelet pipis. Susasana pas rame-ramenya karena pertandingan baru saja selesai. Kami pun menuju gate 4, dibawah tangga ada toilet. Saya dan Asma pun pergi ke sana dan segera mengantri.

Ada 2 toilet di sana, yang satu kamar mandi dan wc yang satu untuk kaum adam. Malangnya  toilet para kaum adam tidak ditutup. Astaga! Saya sampai harus mengalihkan pandangan saya berkali-kali. Ya Allah ... 

Antrian pun tiba giliran saya dan Asma, nah ... Asma kemana? Ilang? duh ... Kamu tahu apa yang Asma lakukan? Dia berdiri di depan toilet cowok, diem dengan wajah polosnya. Ya Allah ... Anak kecil yang polos seperti Asma pasti bertanya-tanya pemandangan apa yang membelakangi kamera tersebut?

Saya pun menarik pelan lengan Asma tapi dia gak mau, saya bahkan harus membawa-bawa orang planet Mars karangan saya untuk membuat Asma mengikuti kemauan saya.

"Jangan di situ dek, itu ada orang planet mars. Nanti kamu di bawa loh" 

Orang planet mars? hehehhehe

Asma pun menurut, namun sejenak pertanyaannya membuat saya spechless.

"Kak ... Kakak ... itu tadi di situ ada puteran-puteran gitu apa to kak?"

Hadeuh ... dia menunjuk ke arah toilet cowok. Saya bingung harus jawab apa, karena saya gak tahu dan sekalipun saya tahu saya bingung menjelaskannya. Ada yang mau bantu jawab :)


Jangan lupa tinggalkan komentar, follow my twitter @queenlionade, facebok: Endang Indri Astuti, blog: indriaworld.blogspot.com


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memilih Hadiah Mukena untuk Ibu

Ramadhan sudah tiba, itu artinya lebaran sebentar lagi datang. Tradisi di keluarga saya biasanya selain ngumpul bareng saat lebaran, kita juga saling tukar-menukar hadiah antar anggota keluarga. Biasanya sih hadiahnya macam-macam, yang didapat beda-beda. Ada yang ngasih ada yang enggak juga sih. Tahun lalu saya dapat hadiah sandal jepit dari ibu, katanya karena tiap hari saya gak bisa lepas dari itu. Ya Allah, baik banget mah ibu saya. Tahun ini kira-kira saya dapat apa ya?   Sepertinya lebaran tahun ini bertepatan dengan ulang tahun saya. Saya lagi bingung nih mau nyari hadiah apa yang pas untuk ibu? Mau ngasih baju, tapi ibu pintar bikin baju. Sendal? Katanya Kakak bakalan ngasih ibu sendal (Jangan kasih tahu ibu, ibu enggak tahu soal ini sih). Terus ngasih apaan dong? Aha ... gimana kalau aku ngasih mukena aja, sepertinya ide yang bagus. Selain bisa dipakai saat salat Idul Fitri juga bisa buat salat sehari-hari. Tapi beli di mana ya? Mau beli langsung di mall atau pas...

Nila Asam Manis Pedas Ala Warung Mbak Diah Pedan

Menikmati weekend dengan makan di tempat yang rindang, sejuk dengan panorama khas pedesaan memang jadi dambaan semua orang. Seperti yang saya lakukan dengan teman-teman saya beberapa waktu yang lalu. Mencari makanan enak di kota kami, Klaten memang tidak cukup sulit. Hanya saja kadang untuk mencari lokasinya sedikit sulit, tapi untungnya sekarang ada aplikasi Opensnap jadi gak perlu repot buat cari lokasi tempat makan favorit. Hm ... Mandanginnya ampe segitunya :)

Catatan Kopdar KBM, Rok Tersangkut di Nol Kilometer, dan Ketinggalan Trans Jogja

  Yang tertinggal dari sebuah pertemuan adalah kisah yang harus dituliskan. Adapun terkadang geming lebih hening dari selisih waktu. Atau aku yang terkadang mengumpat sesaknya kota ini di selaput pandang matamu. Eaak … ini ngapain malah puisi?   Coba tebak, Joe Taslim yang mana?