Langsung ke konten utama

Catatan Suporter: Mengapa Saya Jadi Aremanita?

Ada yang salahkah dengan menjadi seorang suporter? Terlebih karena saya wanita? Tak pernah terpikirkan salam benak saya bahwa saya akan menjadi seorang suporter, terlebih Aremanita. Saya sama sekali tak mempunyai darah Malang. Bapak dan Ibu saya asli orang Klaten. Tapi kenapa saya menjadi Aremanita?

Semuanya berawal dari seseorang yang memberikan saya kaos Arema. Awalnya saya gak tahu Arema itu apa, lalu berawal dari Ahmad Bustomi. Saya suka permainannya sampai akhirnya saya stalking dia bermain di klub apa, dan saya pun jatuh cinta pada Arema. Bahkan ketika Bustomi pindah ke Mitra Kukar, saya tetap mencintai Arema.
Ketika Gathering Arema jateng Diy di Banjarnegara

Saya bukan berdarah biru, bukan keturunan Arema, tapi entah kenapa semenjak saya kenal Arema saya merasa punya keluarga baru. Teman di mana-mana, saudara di mana saja, sebab Arema bukan hanya sekedar suporter. We are a big family.
Bersama Aremania Klaten


Saat ini saya merupakan anggota Aremania Klaten, tapi saya pun juga senang ikut komunitas Aremania yang lain. Pokoknya apapun komunitasnya yang penting guyub rukun, satu jiwa, kan sama-sama mencintai arema.
Di sini ada satu cerpen saya tentang arema
Ngetrip bareng Vamos Arema
Gathering jateng Diy 2015

Suatu hari nanti, saya ingin mengubah cara pandang msyarakat tentang suporter yang berpikir bahwa suporter itu hanya bikin rusuh dan suka tawuran. Semua itu salah. Saya sedang menggarap satu buku tentang Arema, semoga semuanya berjalan lancar. Sebab saya mencintai Arema dengan cara saya sendiri, cinta saya pada Arema adalah sebuah kebanggaan yang tak akan pernah saya lukai. Karena saya suka menulis maka saya akan meluangkan cinta saya lewat tulisan.

Add caption


Banyak cara untuk mencintai tim kalian, jika kalian suporter bersikap sopan dan jangan saling koar-koar hinaan, lebih baik cintai tim kalian dengan berkarya, Kalian suporter tim apapun, ingatlah kita tetap satu negara, Indonesia. Cintai tim kalian dan jaga nama baiknya di manapun.

SALAM SATU JIWA
ONE SOUL ONE NATION
ONLY GOD CAN STOP US
BECAUSE WE ARE FAMILY
I AM RETROPUS
I AM AREMANITA
badge

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memilih Hadiah Mukena untuk Ibu

Ramadhan sudah tiba, itu artinya lebaran sebentar lagi datang. Tradisi di keluarga saya biasanya selain ngumpul bareng saat lebaran, kita juga saling tukar-menukar hadiah antar anggota keluarga. Biasanya sih hadiahnya macam-macam, yang didapat beda-beda. Ada yang ngasih ada yang enggak juga sih. Tahun lalu saya dapat hadiah sandal jepit dari ibu, katanya karena tiap hari saya gak bisa lepas dari itu. Ya Allah, baik banget mah ibu saya. Tahun ini kira-kira saya dapat apa ya?   Sepertinya lebaran tahun ini bertepatan dengan ulang tahun saya. Saya lagi bingung nih mau nyari hadiah apa yang pas untuk ibu? Mau ngasih baju, tapi ibu pintar bikin baju. Sendal? Katanya Kakak bakalan ngasih ibu sendal (Jangan kasih tahu ibu, ibu enggak tahu soal ini sih). Terus ngasih apaan dong? Aha ... gimana kalau aku ngasih mukena aja, sepertinya ide yang bagus. Selain bisa dipakai saat salat Idul Fitri juga bisa buat salat sehari-hari. Tapi beli di mana ya? Mau beli langsung di mall atau pas...

Nila Asam Manis Pedas Ala Warung Mbak Diah Pedan

Menikmati weekend dengan makan di tempat yang rindang, sejuk dengan panorama khas pedesaan memang jadi dambaan semua orang. Seperti yang saya lakukan dengan teman-teman saya beberapa waktu yang lalu. Mencari makanan enak di kota kami, Klaten memang tidak cukup sulit. Hanya saja kadang untuk mencari lokasinya sedikit sulit, tapi untungnya sekarang ada aplikasi Opensnap jadi gak perlu repot buat cari lokasi tempat makan favorit. Hm ... Mandanginnya ampe segitunya :)

Catatan Kopdar KBM, Rok Tersangkut di Nol Kilometer, dan Ketinggalan Trans Jogja

  Yang tertinggal dari sebuah pertemuan adalah kisah yang harus dituliskan. Adapun terkadang geming lebih hening dari selisih waktu. Atau aku yang terkadang mengumpat sesaknya kota ini di selaput pandang matamu. Eaak … ini ngapain malah puisi?   Coba tebak, Joe Taslim yang mana?