Langsung ke konten utama

Ghost Writer, Nulis Tapi Gak Keliatan

Apa itu Ghost Writer?
Penulis hantu? Bukan ... istilahnya penulis bayangan. Dia nulis, tapi buat orang lain. Istilahnya dia nulis buat dijual ke orang lain. Lah gimana dong, kok gitu?

 Menurut Wikipedia, Ghost Writer atau penulis bayangan itu Penulis bayangan mungkin memiliki berbagai tingkat keterlibatan dalam pembuatan sebuah karya, sedangkan beberapa penulis bayangan dipekerjakan untuk menyunting dan membersihkan draf kasar. Dalam kasus lain, Penulis bayangan melakukan sebagian besar penulisan berdasarkan sebuah garis besar yang diberikan oleh penulis yang akan diakui secara resmi. Dalam beberapa proyek karya tulis, penulis bayangan akan melakukan penelitian mendalam, contohnya saat seorang penulis bayangan dibayar untuk menulis sebuah otobiografi untuk orang terkemuka. Penulis bayangan juga dibayar untuk menulis cerita fiksi dengan gaya penulis yang diakui secara resmi, seringkali sebagai cara untuk meningkatkan jumlah buku yang dapat diterbitkan oleh penulis populer. Penulis bayangan akan sering dapat menghabiskan waktu dari beberapa bulan sampai satu tahun penuh untuk meneliti, menulis, dan menyunting karya non-fiksi untuk klien, dan mereka akah dibayar per halaman, dengan biaya rata, atau persentase dari royalti penjualan karya tulis, atau kombinasi cara-cara tersebut. Penulis bayangan kadang-kadang akan diakui secara resmi oleh penulis atau penerbit.

Banyak hal di dunia ini yang penuh dengan rahasia, ada banyak alasan kenapa seseorang membuat pilihan. Ghost writer itu penulis, tapi dia bukan nama penulis dari buku yang ditulisnya.
Kadang aku juga mikir, pasti gak enak deh jadi ghost writer. Kalau bukunya laris, yang tenar siapa? Yang dibilang keren siap? Pasti bukan dirinya, melainkan orang lain.

Aku juga kenal seorang ghost writer, di dunia ini gak ada yang gak butuh uang. Ghost Writer gak dosa kok dia juga berkarya, walau dia ternyata lebih ikhlas merelakan namanya untuk orang lain. Ada banyak orang yang gak tahu, ada juga sebuah buku yang ternyata bukan karya asli sang penulis. Tapi tetap aja sebagus apapun karya orang lain akan lebih mending jika itu karya kita sendiri.

So ....  semua tergantung niat, aku yakin Ghost Writer di balik sebuah karya memang patut diapresiasi karena dia berani berkarya dengan tangannya sendiri.

Terima kasih sudah membaca, jangan lupa tinggalkan komentar, follow google+ +adinda zetya  facebook Endang Indri Astuti, Twitter :
@queenlionade

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memilih Hadiah Mukena untuk Ibu

Ramadhan sudah tiba, itu artinya lebaran sebentar lagi datang. Tradisi di keluarga saya biasanya selain ngumpul bareng saat lebaran, kita juga saling tukar-menukar hadiah antar anggota keluarga. Biasanya sih hadiahnya macam-macam, yang didapat beda-beda. Ada yang ngasih ada yang enggak juga sih. Tahun lalu saya dapat hadiah sandal jepit dari ibu, katanya karena tiap hari saya gak bisa lepas dari itu. Ya Allah, baik banget mah ibu saya. Tahun ini kira-kira saya dapat apa ya?   Sepertinya lebaran tahun ini bertepatan dengan ulang tahun saya. Saya lagi bingung nih mau nyari hadiah apa yang pas untuk ibu? Mau ngasih baju, tapi ibu pintar bikin baju. Sendal? Katanya Kakak bakalan ngasih ibu sendal (Jangan kasih tahu ibu, ibu enggak tahu soal ini sih). Terus ngasih apaan dong? Aha ... gimana kalau aku ngasih mukena aja, sepertinya ide yang bagus. Selain bisa dipakai saat salat Idul Fitri juga bisa buat salat sehari-hari. Tapi beli di mana ya? Mau beli langsung di mall atau pas...

Nila Asam Manis Pedas Ala Warung Mbak Diah Pedan

Menikmati weekend dengan makan di tempat yang rindang, sejuk dengan panorama khas pedesaan memang jadi dambaan semua orang. Seperti yang saya lakukan dengan teman-teman saya beberapa waktu yang lalu. Mencari makanan enak di kota kami, Klaten memang tidak cukup sulit. Hanya saja kadang untuk mencari lokasinya sedikit sulit, tapi untungnya sekarang ada aplikasi Opensnap jadi gak perlu repot buat cari lokasi tempat makan favorit. Hm ... Mandanginnya ampe segitunya :)

Catatan Kopdar KBM, Rok Tersangkut di Nol Kilometer, dan Ketinggalan Trans Jogja

  Yang tertinggal dari sebuah pertemuan adalah kisah yang harus dituliskan. Adapun terkadang geming lebih hening dari selisih waktu. Atau aku yang terkadang mengumpat sesaknya kota ini di selaput pandang matamu. Eaak … ini ngapain malah puisi?   Coba tebak, Joe Taslim yang mana?