Langsung ke konten utama

Jika Kekasihmu Tidak Tampan, Maka Inilah Alasan Yang Masih Bisa Kamu Pertahankan Untuk Mencintainya

Tampan mungkin adalah bagian dari seorang pria untuk dicintai. Namun tidak semua pria dianugerahi hidung lancip, perut sixpack, mata biru, tinggi, badan atletis, senyumnya bikin melting.Dan tidak semua wanita dapat bersanding dengan pria tampan.
Dia yang bersanding denganmu, yang terbaik.


Jika kekasihmu tidak tampan, kamu masih punya alasan ini untuk mempertahankannya:

1. Dia sangat baik padamu
Mencari pria yang baik itu susah, terlebih dia rela berkorban untukmu. Sekalipun kekasihmu tidak setampan Serkan Cayoglu, Lee Min Hoo, Fabregas tapi kalau kekasihmu itu baik, gak ada salahnya dia tetap berada di sisimu. Karena kadang dia ketika Tuhan  mengirimkan kekurangan sebagai pendampingmu, berarti kamu punya kelebihan untuk melengkapi.

2. Serius dalam Mencintaimu
Mau dibawa ke mana hubunganmu? Apakah akan seumur hidup pacaran? Pria yang baik pasti akan memikirkan sebuah jenjang hubungan yang serius seperti pernikahan. Dia yang serius mencintaimu pasti akan memintamu untuk mendampinginya selamanya, bukan menduakannya diam-diam. Jadi masihkah ada alasan kekasihmu yang serius tapi tidak tampan untuk diputus?

3. Sayang Keluargamu
Gak banyak pria yang bisa sayang dengan keluargamu. Ingatlah jika dia sayang dengan keluargamu, itu pertanda baik, artinya dia akan tetap menyayangi keluargamu jika kalian sudah menikah nanti, setidaknya. Bagaimanapun juga kamu gak bisa lepas dari keluargamu, begitupun dia.

4. Hanya dia yang mengerti kamu
Hanya dia yang mengerti kamu, segala kebiasaan buruk kamu tapi dia gak pernah protes. Dia tahu kamu kurang ini itu, tapi dia melengkapinya dengan segala sikap pengertiannya. Dia nerima kamu apa adanya, terus kamu? Apa kamu masih minat mencari dia yang seperti mantanmu?

5. Ada saat kamu sedang terjatuh
Dia tak meninggalkanmu ketika kamu berada di saat terpuruk sekalipun. Dia malah mengulurkan tangan dan bilang, "Ayo kita mulai dari awal, genggam tanganku, kita pasti bisa melewati ini," sekalipun itu tak mudah, tapi bukankah berdua akan terasa lebih ringan?

Kadang Tuhan mengirimkan seseorang bukan yang kita inginkan, tapi yang kita butuhkan. Termasuk dia, sang kekasihmu yang kurang tampan.

Terima kasih sudah membaca, jangan lupa joinsite, follow my twitter @queenlionade, Facebook: Endang Indri Astuti, joinsite my blog ya :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memilih Hadiah Mukena untuk Ibu

Ramadhan sudah tiba, itu artinya lebaran sebentar lagi datang. Tradisi di keluarga saya biasanya selain ngumpul bareng saat lebaran, kita juga saling tukar-menukar hadiah antar anggota keluarga. Biasanya sih hadiahnya macam-macam, yang didapat beda-beda. Ada yang ngasih ada yang enggak juga sih. Tahun lalu saya dapat hadiah sandal jepit dari ibu, katanya karena tiap hari saya gak bisa lepas dari itu. Ya Allah, baik banget mah ibu saya. Tahun ini kira-kira saya dapat apa ya?   Sepertinya lebaran tahun ini bertepatan dengan ulang tahun saya. Saya lagi bingung nih mau nyari hadiah apa yang pas untuk ibu? Mau ngasih baju, tapi ibu pintar bikin baju. Sendal? Katanya Kakak bakalan ngasih ibu sendal (Jangan kasih tahu ibu, ibu enggak tahu soal ini sih). Terus ngasih apaan dong? Aha ... gimana kalau aku ngasih mukena aja, sepertinya ide yang bagus. Selain bisa dipakai saat salat Idul Fitri juga bisa buat salat sehari-hari. Tapi beli di mana ya? Mau beli langsung di mall atau pas...

Nila Asam Manis Pedas Ala Warung Mbak Diah Pedan

Menikmati weekend dengan makan di tempat yang rindang, sejuk dengan panorama khas pedesaan memang jadi dambaan semua orang. Seperti yang saya lakukan dengan teman-teman saya beberapa waktu yang lalu. Mencari makanan enak di kota kami, Klaten memang tidak cukup sulit. Hanya saja kadang untuk mencari lokasinya sedikit sulit, tapi untungnya sekarang ada aplikasi Opensnap jadi gak perlu repot buat cari lokasi tempat makan favorit. Hm ... Mandanginnya ampe segitunya :)

Catatan Kopdar KBM, Rok Tersangkut di Nol Kilometer, dan Ketinggalan Trans Jogja

  Yang tertinggal dari sebuah pertemuan adalah kisah yang harus dituliskan. Adapun terkadang geming lebih hening dari selisih waktu. Atau aku yang terkadang mengumpat sesaknya kota ini di selaput pandang matamu. Eaak … ini ngapain malah puisi?   Coba tebak, Joe Taslim yang mana?