Langsung ke konten utama

Keterima Kelas Inspirasi Malang, "Berasa Ingin Nangis"

"Hal yang paling indah dan membuat dunia lebih bermakna adalah dengan berbagi"
(IndriA, bukan apa-apa, bukan siapa-siapa) 
Rasanya gak bisa diungkapin pakai kata-kata :)


Hampir sepekan menanti pengumuman keterima atau enggak jadi relawan kelas inspirasi. Rasanya harap-harap cemas. Saya sudah lama menantikan hal ini. Berbagi, satu hal yang ada di otak saya begitu mendengar Kelas Inspirasi Malang.

Sudah lama saya ingin menjadi bagian dari ajang berbagi, memberikan sesuatu kepada masyarakat, berbagi secuil ilmu dan semangat yang saya punya kepada teman-teman. Saya tahu Kelas Inspirasi dari Bunda Anisa Ae. Saya pun tertarik untuk menyumbang berbagi ilmu untuk anak-anak SD yang nantinya saya akan terjun langsung untuk berbagi ilmu. Kebayang gak serunya?

Dan hari membahagiakan itu datang kemarin. Saat saya berada di Bloggercamp Surabaya. Saya mendapat sms dari Panitia Kelas Inspirasi Malang, beliau bilang agar saya mengechek email. Rasa penasaran dan tak sabar sepanjang perjalanan pulang Pandaan-Kepanjen menghantui saya. Ada rasa bahagia yang membuncah, bahkan saya sempat berteriak girang dan ditanya anak-anak bloggercamp kenapa saya begitu bahagia?

Jawabannya tentu karena rasa syukur karena Tuhan memberi kesempatan saya untuk bebagi. Saya bahkan sempat ingin nangis saking bahagianya. Bagi saya apapun yang ada di dunia ini hanya titipan, dan pastinya gak ada yang abadi. Hanya dengan berbagilah kita bisa menghargai hidup, bertukar pengalaman, menjadi bagian dari cerita seseorang. Tak sabar rasanya menantikan hari di mana saya berbagi bersama kelas inspirasi. Semoga semua berjalan lancar dan tidak ada halangan.

Terima kasih Tuhan untuk setiap kesempatan yang Engkau berikan. Buat kamu yang di Malang yang ingin gabung Kelas Inspirasi Malang juga boleh kok. Mari berbagi dan buat dunia lebih indah. :)

Terima kasih sudah membaca, jangan lupa tinggalkan komentar, follow my twitter @queenlionade, joinsite my blog, facebook: Endang Indri Astuti, Google+ adindazetya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memilih Hadiah Mukena untuk Ibu

Ramadhan sudah tiba, itu artinya lebaran sebentar lagi datang. Tradisi di keluarga saya biasanya selain ngumpul bareng saat lebaran, kita juga saling tukar-menukar hadiah antar anggota keluarga. Biasanya sih hadiahnya macam-macam, yang didapat beda-beda. Ada yang ngasih ada yang enggak juga sih. Tahun lalu saya dapat hadiah sandal jepit dari ibu, katanya karena tiap hari saya gak bisa lepas dari itu. Ya Allah, baik banget mah ibu saya. Tahun ini kira-kira saya dapat apa ya?   Sepertinya lebaran tahun ini bertepatan dengan ulang tahun saya. Saya lagi bingung nih mau nyari hadiah apa yang pas untuk ibu? Mau ngasih baju, tapi ibu pintar bikin baju. Sendal? Katanya Kakak bakalan ngasih ibu sendal (Jangan kasih tahu ibu, ibu enggak tahu soal ini sih). Terus ngasih apaan dong? Aha ... gimana kalau aku ngasih mukena aja, sepertinya ide yang bagus. Selain bisa dipakai saat salat Idul Fitri juga bisa buat salat sehari-hari. Tapi beli di mana ya? Mau beli langsung di mall atau pas...

Nila Asam Manis Pedas Ala Warung Mbak Diah Pedan

Menikmati weekend dengan makan di tempat yang rindang, sejuk dengan panorama khas pedesaan memang jadi dambaan semua orang. Seperti yang saya lakukan dengan teman-teman saya beberapa waktu yang lalu. Mencari makanan enak di kota kami, Klaten memang tidak cukup sulit. Hanya saja kadang untuk mencari lokasinya sedikit sulit, tapi untungnya sekarang ada aplikasi Opensnap jadi gak perlu repot buat cari lokasi tempat makan favorit. Hm ... Mandanginnya ampe segitunya :)

Catatan Kopdar KBM, Rok Tersangkut di Nol Kilometer, dan Ketinggalan Trans Jogja

  Yang tertinggal dari sebuah pertemuan adalah kisah yang harus dituliskan. Adapun terkadang geming lebih hening dari selisih waktu. Atau aku yang terkadang mengumpat sesaknya kota ini di selaput pandang matamu. Eaak … ini ngapain malah puisi?   Coba tebak, Joe Taslim yang mana?