Langsung ke konten utama

Berbagi Darah di Ulang Tahun ke-5 Aremania Klaten (Dimuat Di Harian Surya, Rabu 11 Mei 2016)





            Cross The Limit For One Spirit, Arema”
            Begitulah slogan Aremania Klaten. Lima tahun. Bukan seperti mengedipkan mata. Waktu yang panjang. Pasang surut, juga berbagai rintangan telah Aremania Klaten lewati. Komunitas yang berdiri sejak tanggal 1 Mei 2011 ini mulai bisa merasakan arti dari persaudaraan dan kebersamaan selama menjalani proses panjang.
            Awal Aremania Klaten dibentuk oleh Rawan Estanto dan Gilang Isa Baskara. Mereka mendirikan sebuah grup di facebook dengan nama Aremania Klaten Online. Dari grup tersebut, kemudian terkumpullah beberapa orang yang mencintai Arema. Pertama kali yang digagas adalah pembuatan kaos Aremania Klaten. Lalu seiring berjalannya waktu, terbesit sebuah keinginan untuk mengadakan kopdar untuk saling bertemu juga sharing tentang Aremania Klaten.
1 Mei 2011, Aremania Klaten mengadakan kopdar yang pertama. Bertempat di Alun-Alun Klaten yang kemudian berpindah tempat di TK belakang Masjid Raya, mereka membentuk sebuah komunitas yang kemudian diberi nama Aremania Korwil Klaten.
            Kini Aremania Klaten menjadi komunitas suporter yang memiliki anggota lebih dari seratus orang. Mereka juga dinilai kompak dan solid. Dalam wawancara di Candisewu FM, Gilang Isa Baskara mengungkapkan salah satu kunci kekompakan yang dimiliki oleh Aremania Klaten adalah tidak egois. Menyingkirkan ego masing-masing demi kepentingan bersama. Selain itu rasa kekeluargaan yang tercipta karena sering kumpul, mendukung Arema bersama, hal itu pulalah yang menjaga kekompakan diantara mereka.
            Sebagai ucapan syukur perjalanan Aremania Klaten selama 5 tahun, Aremania Klaten bersama dengan Komunitas Young Blood, R.S. Cakra Husada Klaten, dan PMI Klaten menggelar acara bakti sosial, donor darah, pengobatan gratis, juga pembagian sembako bagi masyarakat yang kurang mampu. Acara ini terbuka untuk umum, dan tidak dipungut biaya sepeser pun.
            Ditemui di sela-sela acara, Gilang Isa Baskara mengatakan harapannya untuk Aremania Klaten di ultah yang kelima, “Saya berharap kita semakin kompak, semakin solid, semakin dewasa, dewasa dalam hal ini, meskipun anggota sedikit tak apa-apa, yang terpenting bisa kompak dan memiliki rasa kekeluargaan yang tinggi,” ungkap mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta tersebut.
            Saya juga berharap Aremania Klaten akan selalu menjadi keluarga kecil yang hangat dan selalu kompak dalam mendukung Arema, juga berguna bagi masyarakat sekitar. Semoga saja Aremania Klaten semakin baik ke depannya. Selamat Ulang Tahun Aremania Klaten. Salam Satu Jiwa.

Artikel ini juga dimuat di Surya Online http://surabaya.tribunnews.com/2016/05/09/salam-satu-jiwa-berbagi-darah-di-ulang-tahun-ke-5-aremania-klaten
 


 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memilih Hadiah Mukena untuk Ibu

Ramadhan sudah tiba, itu artinya lebaran sebentar lagi datang. Tradisi di keluarga saya biasanya selain ngumpul bareng saat lebaran, kita juga saling tukar-menukar hadiah antar anggota keluarga. Biasanya sih hadiahnya macam-macam, yang didapat beda-beda. Ada yang ngasih ada yang enggak juga sih. Tahun lalu saya dapat hadiah sandal jepit dari ibu, katanya karena tiap hari saya gak bisa lepas dari itu. Ya Allah, baik banget mah ibu saya. Tahun ini kira-kira saya dapat apa ya?   Sepertinya lebaran tahun ini bertepatan dengan ulang tahun saya. Saya lagi bingung nih mau nyari hadiah apa yang pas untuk ibu? Mau ngasih baju, tapi ibu pintar bikin baju. Sendal? Katanya Kakak bakalan ngasih ibu sendal (Jangan kasih tahu ibu, ibu enggak tahu soal ini sih). Terus ngasih apaan dong? Aha ... gimana kalau aku ngasih mukena aja, sepertinya ide yang bagus. Selain bisa dipakai saat salat Idul Fitri juga bisa buat salat sehari-hari. Tapi beli di mana ya? Mau beli langsung di mall atau pas...

Nila Asam Manis Pedas Ala Warung Mbak Diah Pedan

Menikmati weekend dengan makan di tempat yang rindang, sejuk dengan panorama khas pedesaan memang jadi dambaan semua orang. Seperti yang saya lakukan dengan teman-teman saya beberapa waktu yang lalu. Mencari makanan enak di kota kami, Klaten memang tidak cukup sulit. Hanya saja kadang untuk mencari lokasinya sedikit sulit, tapi untungnya sekarang ada aplikasi Opensnap jadi gak perlu repot buat cari lokasi tempat makan favorit. Hm ... Mandanginnya ampe segitunya :)

Catatan Kopdar KBM, Rok Tersangkut di Nol Kilometer, dan Ketinggalan Trans Jogja

  Yang tertinggal dari sebuah pertemuan adalah kisah yang harus dituliskan. Adapun terkadang geming lebih hening dari selisih waktu. Atau aku yang terkadang mengumpat sesaknya kota ini di selaput pandang matamu. Eaak … ini ngapain malah puisi?   Coba tebak, Joe Taslim yang mana?