Langsung ke konten utama

Review Novel: Orange, Bagian Tersulit dari Mencintaimu adalah Melihatmu Mencintai Orang Lain

Orange ...
Begitu mendengar judulnya pasti keingetan sama jeruk. Bener banget sih. Novel ini memang ada hubungannya sama gadis penyuka jeruk. Tapi bukan bercerita tentang cara menanam jeruk loh ya :D

"Bagian tersulit saat mencintaimu adalah melihatmu mencintai orang lain."

Nyess banget! Sub judulnya aja udah bikin baper gini. Gimana ceritanya? Baper abis! Serius! Novel ini jadi novel favorit saya. Saya dapat novel ini sebagai hadiah ulang tahun yang ke-26 beberapa bulan yang lalu. Dikasih mama Chan, tak lupa dengan aroma parfum Gionino Armani yang selalu saya bayangin sebagai parfumnya Diyan, sang tokoh utama.

Tentang Faye, gadis penyuka jeruk dan fotografi. Faye adalah seorang fotografer yang dijodohkan dengan Diyan. Seperti perjodohan pada kisah romance biasanya, pasti ada fase di mana Faye sempat menolak keinginan kedua orang tuanya. Diyan, pria yang mudah ditebak Faye, pikirnya. Lelaki tampan dan calon mantuable bagi para ibu-ibu yang ada di dunia ini. Mungkin kalau ibu saya mau, saya ikhlas sama DIyan. Jiah ...

Namun, tampaknya Diyan menjadi lelaki yang di luar dugaan Faye. Diyan yang diam-diam menarik hati Faye. Di saat bersamaan, Zaki, adik Diyan pun tertarik pada Faye, sang calon kakak ipar. Di saat Faye mulai yakin untuk menerima Diyan sebagai tunangannya, Rera--- Mantan tunangan--- Diyan muncul dan membuat hati Diyan goyah. Faye hampir tak yakin bisa memiliki hati Diyan. Ditambah kenyataan dia harus melepas fotografi jika bersama dengan lelaki tersebut. Dua hal yang Faye cintai di dunia ini, Jeruk dan Fotografi, dan dua hal itu yang paling sulit dia lepaskan.

Namun, di saat Diyan memutuskan untuk meninggalkan Faye, dia baru sadar, bahwa apa pun demi Diyan, dia rela melepas segalanya, fotografi, atau apa pun asal mampu untuk bersama dengan Diyan. Fix! So sweet abis ...

Novel ini keren banget. Dan saya sangat menyukainya. Kerennya enggak ketulungan deh. Lima jempol untuk Mbak WIndry Ramadhina

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memilih Hadiah Mukena untuk Ibu

Ramadhan sudah tiba, itu artinya lebaran sebentar lagi datang. Tradisi di keluarga saya biasanya selain ngumpul bareng saat lebaran, kita juga saling tukar-menukar hadiah antar anggota keluarga. Biasanya sih hadiahnya macam-macam, yang didapat beda-beda. Ada yang ngasih ada yang enggak juga sih. Tahun lalu saya dapat hadiah sandal jepit dari ibu, katanya karena tiap hari saya gak bisa lepas dari itu. Ya Allah, baik banget mah ibu saya. Tahun ini kira-kira saya dapat apa ya?   Sepertinya lebaran tahun ini bertepatan dengan ulang tahun saya. Saya lagi bingung nih mau nyari hadiah apa yang pas untuk ibu? Mau ngasih baju, tapi ibu pintar bikin baju. Sendal? Katanya Kakak bakalan ngasih ibu sendal (Jangan kasih tahu ibu, ibu enggak tahu soal ini sih). Terus ngasih apaan dong? Aha ... gimana kalau aku ngasih mukena aja, sepertinya ide yang bagus. Selain bisa dipakai saat salat Idul Fitri juga bisa buat salat sehari-hari. Tapi beli di mana ya? Mau beli langsung di mall atau pas...

Nila Asam Manis Pedas Ala Warung Mbak Diah Pedan

Menikmati weekend dengan makan di tempat yang rindang, sejuk dengan panorama khas pedesaan memang jadi dambaan semua orang. Seperti yang saya lakukan dengan teman-teman saya beberapa waktu yang lalu. Mencari makanan enak di kota kami, Klaten memang tidak cukup sulit. Hanya saja kadang untuk mencari lokasinya sedikit sulit, tapi untungnya sekarang ada aplikasi Opensnap jadi gak perlu repot buat cari lokasi tempat makan favorit. Hm ... Mandanginnya ampe segitunya :)

Catatan Kopdar KBM, Rok Tersangkut di Nol Kilometer, dan Ketinggalan Trans Jogja

  Yang tertinggal dari sebuah pertemuan adalah kisah yang harus dituliskan. Adapun terkadang geming lebih hening dari selisih waktu. Atau aku yang terkadang mengumpat sesaknya kota ini di selaput pandang matamu. Eaak … ini ngapain malah puisi?   Coba tebak, Joe Taslim yang mana?