Langsung ke konten utama

Story Of Kelas Inspirasi Klaten 2: Episode 1 Briefing dan Hampir Gagal Ikutan.


Februari yang penuh cinta bagi saya. Bukan karena valentine sih. Jomblo kok mikirin valentine. Mana ada yang mau ngasih cokelat. Hehe. Tapi saya dapat bunga kok, maklum, duta persahabatan se-RT-RW.


Ada satu hal yang benar-benar saya tunggu sejak Januari. Saya benar-benat menantikan Februari untuk Kelas Inspirasi Klaten 2. Dan hari itu pun tiba. Minggu, 12 Februari adalah awal pertemuan saya dan relawan lainnya.

Pagi yang cerah diiringi dengan sakit "Biduran" yang tidak elegan. Jam 6 pagi saya masih bergelung dengan selimut. Biduran menyiksa saya mati-matian. Saya hampir tidak bisa bertahan untuk ikut briefing pagi itu.

"Kalau sakit mbok nggak usah dipaksa to, Nduk. Kamu itu butuh istirahat," larang ibu ketika saya bilang jam 8 nanti saya mau ikut briefing KI.
"Ibu ngerti kan aku udah nantiin ini lama, Bu. Aku akan baik-baik aja kok," ujarku meyakinkan ibu.

Pada akhirnya ibu mengerti dan selalu mengalah pada diri saya yang keras kepala. Dia mengerti kalau saya sangat menantikan KI ini. Saya pun berangkat.

Briefing berlangsung dengan saya nahan gatal-gatal di sekujur tubuh. Alhasil saya jadi pendiam. Tanpa sengaja saya langsung bertemu dengan orang-orang yang setim dengan saya. Saya bertemu Anis, gadis manis dari semarang. Lalu Mbak Eny, mbak manis yang kerja di Pangandaran. Kami pun ngobrol dan cepat akrab. Saya juga sempat bertemu dengan legendnya penjual buku, Mas Amin Sahri dan Wahyu Wibowo. Walau tidak sempat ngobrol banyak.

Briefing dilanjutkan dengan diskusi per tim dan bertemu dengan kepala sekolah. Dua kali ikut KI, dua kali pula saya dapat tim yang nyaman. Moga next KI saya dapat tim yang nyaman terus. Saya bertemu dengan Kak Mufid dan Kak Sachil, fasilitator kami selama KI. Juga Mbak Evi, gadis manis yang kuliah di Solo. Sebenarnya tim kami ada 10 atau sebelas orang. Tapi beberapa orang tidak bisa hadir.

Rencana persiapan KI pun mulai di susun. Seminggu dari hari ini adalah Hari Inspirasi. Maka tim saya pun mulai bersiap. Setelah berbincang panjang dengan kepala sekolah SD N 2 Jambakan, kami pun menyempatkan diri untuk berpose bersama. Ritual selfie. Hehe. Setelah itu masih ada diskusi lanjutan. Sayangnya saya tidak bisa mengikuti diskusi sampai akhir. Karena nyiapin surprise untuk seorang teman.

KI Klaten 2 ini seru banget. Saya akan merangkum kisah kami dalam beberapa episode. Saya harap kamu tidak bosan membaca status-status saya yang panjang dan memenuhi timeline kamu.

Selamat pagi, bersambung di episode 2 ya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memilih Hadiah Mukena untuk Ibu

Ramadhan sudah tiba, itu artinya lebaran sebentar lagi datang. Tradisi di keluarga saya biasanya selain ngumpul bareng saat lebaran, kita juga saling tukar-menukar hadiah antar anggota keluarga. Biasanya sih hadiahnya macam-macam, yang didapat beda-beda. Ada yang ngasih ada yang enggak juga sih. Tahun lalu saya dapat hadiah sandal jepit dari ibu, katanya karena tiap hari saya gak bisa lepas dari itu. Ya Allah, baik banget mah ibu saya. Tahun ini kira-kira saya dapat apa ya?   Sepertinya lebaran tahun ini bertepatan dengan ulang tahun saya. Saya lagi bingung nih mau nyari hadiah apa yang pas untuk ibu? Mau ngasih baju, tapi ibu pintar bikin baju. Sendal? Katanya Kakak bakalan ngasih ibu sendal (Jangan kasih tahu ibu, ibu enggak tahu soal ini sih). Terus ngasih apaan dong? Aha ... gimana kalau aku ngasih mukena aja, sepertinya ide yang bagus. Selain bisa dipakai saat salat Idul Fitri juga bisa buat salat sehari-hari. Tapi beli di mana ya? Mau beli langsung di mall atau pas...

Nila Asam Manis Pedas Ala Warung Mbak Diah Pedan

Menikmati weekend dengan makan di tempat yang rindang, sejuk dengan panorama khas pedesaan memang jadi dambaan semua orang. Seperti yang saya lakukan dengan teman-teman saya beberapa waktu yang lalu. Mencari makanan enak di kota kami, Klaten memang tidak cukup sulit. Hanya saja kadang untuk mencari lokasinya sedikit sulit, tapi untungnya sekarang ada aplikasi Opensnap jadi gak perlu repot buat cari lokasi tempat makan favorit. Hm ... Mandanginnya ampe segitunya :)

Catatan Kopdar KBM, Rok Tersangkut di Nol Kilometer, dan Ketinggalan Trans Jogja

  Yang tertinggal dari sebuah pertemuan adalah kisah yang harus dituliskan. Adapun terkadang geming lebih hening dari selisih waktu. Atau aku yang terkadang mengumpat sesaknya kota ini di selaput pandang matamu. Eaak … ini ngapain malah puisi?   Coba tebak, Joe Taslim yang mana?