Langsung ke konten utama

(Korean Thing) Hal-Hal Sederhana yang Jadi Romantis di Drama Korea





            Ngomongin Drama Korea kayaknya enggak akan ada habisnya deh. Selain ngomongin Mas-Masnya yang ganteng-ganteng itu, adegan romantis enggak lepas dari Drama Korea. Kalau kamu nyari cowok dingin, ganteng, cool, pewaris perusahaan, badboy tapi ngeregetin, jangan nyari di dunia nyata, karena bakal susah nyarinya. Tapi kalau kamu nyarinya di Drama Korea, banyak, seabreg malah.



            Kalau kamu amatin lebih dekat adegan-adegan romantis drama Korea itu nggak selamanya harus sesuatu yang mewah. Bisa jadi hal-hal sederhana, bisa jadi sangat romantis di drama korea. Nggak percaya? Coba cek deh adegan-adegan Drama Korea di bawah ini.


1.      Pingsan di Pelukan

Yang namanya orang pingsan biasanya nggak bisa milih tempat ya. Pingsan ya pingsan aja. Tapi kalau di drama korea, adegan pingsan bisa jadi sesuatu yang romantis. Kenapa bisa romantis? Karena pingsannya di pelukan seseorang Eaakk. Aku mah juga mau kali ya kalau pingsannya di pelukan Mas Seo Joon gitu. #Digeplak fansnya. Di Hwarang, saat Mas Sun Woo pingsan di pelukan Ah Ro itu menurutku adegannya Nyess banget. Duh, bikin klepek-klepek. Di Drama W (Two World)  saat Oh yoon Jo ditembak Kang chul, dia juga pingsan di pelukan Mas Kang Chul. Selain itu ada juga adegan di drama Beautiful Mind, saat Dokter Lee Young Oh pingsan di pelukan Gye Jin Sung. Di drama lain juga banyak adegan pingsan di pelukan. Kerennya, akting pingsan mereka kelihatan alami. Dan seolah pingsannya tuh nggak dibuat-buat, karena di scene sebelumnya sudah ada tanda-tanda kalau si tokoh utamanya bakalan pingsan.
Kalau pingsannya kayak gini iapa yang nggak mau coba?



2.      Makan Ramen atau Minum Soju bareng

Ramen identik dengan Drama Korea. Di drama korea sering banget ada adegan dua tokoh utamanya makan ramen bareng di depan minimarket. Kesannya sih sederhana, tapi kadang hal sederhana ini bisa jadi sesuatu yang romantis. Enggak percaya? Kalau makan ramennya sama mas Woo Bin gini siapa yang nggak bakalan klepek-klepek coba. Kalau enggak makan ramen, biasanya mereka minum soju bareng. Entah kenapa ya, sebenarnya minum soju atau alkohol itu kan enggak baik ya, tapi kenapa kalau di Drama Korea kesannya lain. Sekalipun banyak minum Soju atau alkohol, tapi kebanyakan dari mereka kenapa masih cakep? Haha.

 
Enggak makan pun adek juga rela, asal bisa ngeliat abang makan hahha.

3.      Mengikat Tali Sepatu

Kalau yang ini bukan romantis lagi, tapi banget. Di drama Descendant Of The Sun, mengikat tali sepatu tercatat sebagai salah satu adegan romantis tokoh utamanya. Simpel loh sebenarnya.Ini bisa jadi tips buat kamu para lelaki, kalau tali sepatu cewekmu lepas, coba deh kamu jongkok terus ikatin tali sepatunya. Ikatin ke pohon terdekat. Hahahha. Dijamin kamu langsung ditendang saat itu juga. Haha.
Duh Bang bukan cuma tali sepatu yang keiket, ati adek juga hahh:D



4.      Meminjamkan Jaket dan Berbagi Payung saat hujan

Kalau di dunia nyata nih ya, cowok yang rela minjemin jaket buat cewek itu sulit ditemui. Soalnya aku pernah ngalamin, nggak ada yang mau minjemin jaket kepadaku #ngenes. Selain minjemin jaket, adegan sedehana yang bikin romantis di drama korea adalah berbagi payung saat hujan. Sumpah, yang satu ini romantis banget.
Nggak cuma bisa mayungi saat hujan. Mayungi hati juga bisa. eaak hhahha



5.      Rela Dipukuli demi Orang yang disayangi

Beberapa Drama Korea pernah menghadirkan adegan ini. Kalau kamu ingat, Go Jun Pyo pernah rela dipukuli demi Geum Jan Di di Drama Korea Boys Before Flower. Tidak banyak orang yang rela dipukuli demi orang yang dicintainya. Menurutku, Scene ini jadi satu hal yang berkesan dan sulit dilupakan.



Apalagi ya? Duh, kayaknya aku lupa deh. Banyak hal-hal sederhana yang bisa jadi sangat romantis kalau sudah jadi adegan Drama Korea.  Ah, itu aja dulu ya. Kapan-kapan kalau ingat aku tulis adegan sederhana apa yang jadi romantis di Drama Korea. Oke. Anyeong. :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memilih Hadiah Mukena untuk Ibu

Ramadhan sudah tiba, itu artinya lebaran sebentar lagi datang. Tradisi di keluarga saya biasanya selain ngumpul bareng saat lebaran, kita juga saling tukar-menukar hadiah antar anggota keluarga. Biasanya sih hadiahnya macam-macam, yang didapat beda-beda. Ada yang ngasih ada yang enggak juga sih. Tahun lalu saya dapat hadiah sandal jepit dari ibu, katanya karena tiap hari saya gak bisa lepas dari itu. Ya Allah, baik banget mah ibu saya. Tahun ini kira-kira saya dapat apa ya?   Sepertinya lebaran tahun ini bertepatan dengan ulang tahun saya. Saya lagi bingung nih mau nyari hadiah apa yang pas untuk ibu? Mau ngasih baju, tapi ibu pintar bikin baju. Sendal? Katanya Kakak bakalan ngasih ibu sendal (Jangan kasih tahu ibu, ibu enggak tahu soal ini sih). Terus ngasih apaan dong? Aha ... gimana kalau aku ngasih mukena aja, sepertinya ide yang bagus. Selain bisa dipakai saat salat Idul Fitri juga bisa buat salat sehari-hari. Tapi beli di mana ya? Mau beli langsung di mall atau pas...

Nila Asam Manis Pedas Ala Warung Mbak Diah Pedan

Menikmati weekend dengan makan di tempat yang rindang, sejuk dengan panorama khas pedesaan memang jadi dambaan semua orang. Seperti yang saya lakukan dengan teman-teman saya beberapa waktu yang lalu. Mencari makanan enak di kota kami, Klaten memang tidak cukup sulit. Hanya saja kadang untuk mencari lokasinya sedikit sulit, tapi untungnya sekarang ada aplikasi Opensnap jadi gak perlu repot buat cari lokasi tempat makan favorit. Hm ... Mandanginnya ampe segitunya :)

Catatan Kopdar KBM, Rok Tersangkut di Nol Kilometer, dan Ketinggalan Trans Jogja

  Yang tertinggal dari sebuah pertemuan adalah kisah yang harus dituliskan. Adapun terkadang geming lebih hening dari selisih waktu. Atau aku yang terkadang mengumpat sesaknya kota ini di selaput pandang matamu. Eaak … ini ngapain malah puisi?   Coba tebak, Joe Taslim yang mana?