Langsung ke konten utama

Postingan

KOREAN THING: Bikin Melting, Gantengnya Day6 Pakai Batik dan Kejutan Konser Perdana di Indonesia

26 Agustus 2017 Akan selalu aku ingat sebagai hari yang sangat nyesek seumur hidupku. Pasalnya hari itu adalah hari konser Day6 untuk pertama kalinya. Kebayang bertapa bahagianya fans yang bisa lihat langsung fans meeetnya bahkan yang bisa salaman sama mereka. Oh God. I'm like a dead now. Jinjayo ... aku rasanya males banget hari itu. Seharian gak banyak yang kukerjakan. Aku gak bisa fokus ngapa-ngapain hari itu. Sampai-sampai aku minta tolong ke temen buat translate surat yang kutulis buat Day6. Ngimpi aja sih bakalan dibaca. Ganteng kan? Ini konser pertama Day6 di Jakarta. Babang Young K, Sungjin Oppa, Wonpil Oppa, Adek Dowoon juga Adek Jae untuk pertama kalinya ke sini. Tiket konser ini cukup mahal, tapi cukup murah juga sih buat yang pengen ketemu Day6. Sayangnya aku gak punya tabungan senila 700 ribu sampai 2,5 juta buat datang ke konsernya. Alhasil aku cuma gigit jari, tapi aku bertekad, next konser aku pasti bakal nonton konsernya, kalau perlu hi touch sekalian. ...

(Korean Thing) Hal-Hal Sederhana yang Jadi Romantis di Drama Korea

            Ngomongin Drama Korea kayaknya enggak akan ada habisnya deh. Selain ngomongin Mas-Masnya yang ganteng-ganteng itu, adegan romantis enggak lepas dari Drama Korea. Kalau kamu nyari cowok dingin, ganteng, cool, pewaris perusahaan, badboy tapi ngeregetin, jangan nyari di dunia nyata, karena bakal susah nyarinya. Tapi kalau kamu nyarinya di Drama Korea, banyak, seabreg malah.             Kalau kamu amatin lebih dekat adegan-adegan romantis drama Korea itu nggak selamanya harus sesuatu yang mewah. Bisa jadi hal-hal sederhana, bisa jadi sangat romantis di drama korea. Nggak percaya? Coba cek deh adegan-adegan Drama Korea di bawah ini. 1.       Pingsan di Pelukan Yang namanya orang pingsan biasanya nggak bisa milih tempat ya. Pingsan ya pingsan aja. Tapi kalau di drama korea, adegan pingsan bisa jadi sesuatu yang roman...

Jurus Menulis Tanpa Beban (Dimuat di Radar Mojokerto, 30 April 2017)

            ”Jika kamu menulis dengan beban, maka yang kau hasilkan adalah beban, bukan sebuah tulisan.” (Asef Saeful Anwar) 1.       Menulis Bukanlah Beban Menulis bukanlah suatu beban, meski terkadang cukup menguras tenaga dan pikiran. Dalam suatu diskusi di Festival Sastra Basabasi yang digelar Sabtu, 22 April 2017, Asef Saeful Anwar mengatakan bahwa menulis bukanlah suatu beban. Penulis Al Kudus ini juga memberikan beberapa tips mengenai menulis prosa. Didampingi oleh Eko Triono sebagai moderator, Asef Saeful Anwar dan Ken Hanggara membuka sesi diskusi dengan menceritakan proses kreatif mereka.

Review K-Drama: Introverted Boss (My Shy Boss)

             Drama yang satu ini bikin saya susah move on. Selain karena ceritanya yang unik, soundtrack di drama ini juga keren-keren. Jika biasanya di drama Korea sering diceritakan tentang CEO, Manager. Boss   yang percaya diri, ganteng dan egois, maka di drama ini berbeda. Kamu akan bertemu dengan sosok Eun Hwan Gie, Boss dengan karakter yang berbeda dari kebanyakan boss lainnya.              Kira-kira ceritanya seperti apa? Baca reviewnya di bawah ini.

Mencari “Suara” Seorang Penulis (Dimuat di Radar Mojokerto 2 April 2017)

            “Jadilah dirimu sendiri dalam menulis. Cari suaramu.” (Primadona Angela)             Menulis adalah sebuah kebebasan. Bagi saya menulis adalah kebebasan seseorang untuk mengungkapkan gagasan atau ide yang ada di kepala. Lain lagi dengan Gunawan Tri Atmodjo yang pernah berkata, menulis menghibur diri sendiri.

Puisi Kisah di Senja yang muram Jalan Slamet Riyadi, Bocah Kecil Menanti Langit yang Terbelah, Kau Tidak Menunggu Tuhan, Tuan, Menenggelamkan kata di matamu (Dimuat di Radar Mojokerto)

Suatu Kisah di Senja yang Muram Jalan Slamet Riyadi ; Seto Permada Kita pernah mengukir senja, pada kisah yang berakhir bahagia Anakanak kecil yang muram, memandangi kita bak Arjuna dan Sembadra Kita mencari arah, hingga lupa pada peta Kita mencari jalan, hingga lupa pada perpisahan Hujan datang bersama anak buahnya; rintik yang riang Bersama angin mengintip dari celah gedunggedung pembelai langit Kita lupa arah, hingga jam bergulir bak kekosongan Kau memunguti diksidiksi yang berceceran Dengan sebelah tanganmu yang kosong kau membelah kepala Aku menyaksikannya dengan mata yang redup, Lalu ada sebait puisi di matamu; di senja yang muram saat langkah kita berjauhan (Jalan Slamet Riyadi, 24 April 2015) Bocah Kecil Menanti Langit yang Terbelah Di wajahnya ada gambaran masa lalu dan masa silam Bocah kecil dengan langkah ringan menapak jalan yang terbakar Dia menjunjung harap di kepalanya Memikul matahari dan bulan di atas kedua pundaknya Dud...

Apa yang aku pikirkan saat aku jenuh?

                        Ada banyak hal yang akhir-akhir ini membuatku sangat jenuh menjalani hidup. Tidak seperti biasanya saat aku mempunyai waktu luang, hari-hari yang libur untuk menikmati drama korea, tapi mendadak semuanya hambar.