Langsung ke konten utama

Postingan

Belajar Memahami Ibu dari Sebuah Novel (Dimuat di Koran Pantura, Jum'at 20 Mei 2016)

Judul buku: Kekasih Dunia Akhiratku Penulis: Erik Shandy Admadinata Penerbit: Rumah Fiksi Penyunting Naskah: Haswin Fatkurrohman Cetakan pertama: Februari, 2016 ISBN: 978-602-1168-63-9                 “Jalinan cinta yang mencerahkan. Novel ini berdakwah tanpa menggurui. Memberi kita pemahaman lebih baik tentang romansa dalam agama. Cocok untuk pembaca remaja masa kini,” begitulah sekelumit pendapat Ken Hanggara tentang novel Eric Shandy Admadinata yang. berjudul Kekasih Dunia Akhiratku. Novel ini bergenre romance islami, mengangkat cerita tentang pencarian ibu dan cinta tak terduga di dalamnya. Ringan dibaca dengan alur yang mudah dipahami serta kejutan-kejutan pada jalan ceritanya.

Mitos Sastra dan Kutukan Seorang Penulis (Dimuat di Radar Mojokerto, Jawa Pos Group 15 Mei 2016)

Sebelum saya posting cerita ini, ada sedikit cerita tentang esai saya. Saya pernah mendengar bahwa ada seorang teman baik yang tak tega hati untuk mengkritik esai saya. Dia bilang esai saya cethek, kurang pendalaman, teknik nulisnya juga hanya cari data asal tempel. Saya sempat agak down mendengar itu, bukan karena kritiknya, tapi karena dia teman baik saya yang tak berani mengutarakan langsung kepada saya. Kenapa? Sampai akhirnya saya sadar kok, tulisan saya tidak sempurn. Jadi bila ada kritik atau apa, silakan sampaikan langsung pada saya, itu demi kebaikan saya :) Terima kasih. =======================================================================

Berbagi Darah di Ulang Tahun ke-5 Aremania Klaten (Dimuat Di Harian Surya, Rabu 11 Mei 2016)

            “ Cross The Limit For One Spirit, Arema”             Begitulah slogan Aremania Klaten. Lima tahun. Bukan seperti mengedipkan mata. Waktu yang panjang. Pasang surut, juga berbagai rintangan telah Aremania Klaten lewati. Komunitas yang berdiri sejak tanggal 1 Mei 2011 ini mulai bisa merasakan arti dari persaudaraan dan kebersamaan selama menjalani proses panjang.             Awal Aremania Klaten dibentuk oleh Rawan Estanto dan Gilang Isa Baskara. Mereka mendirikan sebuah grup di facebook dengan nama Aremania Klaten Online. Dari grup tersebut, kemudian terkumpullah beberapa orang yang mencintai Arema. Pertama kali yang digagas adalah pembuatan kaos Aremania Klaten. Lalu seiring berjalannya waktu, terbesit sebuah keinginan untuk mengadakan kopdar untuk saling bertemu juga sharing tentang Aremania Klat...

Catatan 5 Tahun bersama Aremania Klaten, Bukan Sebuah Kitab Kosong

Lima tahun ... rasanya seperti baru kemarin. Rasanya baru kemarin melewati saat hujan 1 Mei lima tahun yang lalu. Arema ...

Menjadi Kartini di Desa Klurak Baru

Bagaimana menjadi seorang kartini di desa orang lain? Wah … kok bisa? Ini pengalaman saya pas hari Sabtu kemarin. H-1 Kampus Fiksi Emas. Gak kebayang kan kamu ikutan acara Kartinian bukan di desamu? Tapi seru-seru banget, karena yang namanya Kartini kan gak kenal tempat, mau di daerah sendiri, di desa sendiri, di negara sendiri maupun di negara orang lain tetap saja Kartini Indonesia tetap memiliki jiwa cinta tanah air.

Diary di Hari Ulang Tahun Ibu

Baiklah … hari ini saya sukses membuat ibu menangis di pagi hari. Tapi bukan menangis karena menyakitinya, bukan, tapi karena dia terharu melihat keromantisan saya pagi ini. Hiks. Hanya bermodalkan secarik kertas berisi puisi yang saya tulis sendiri dan sekotak Brownies cokelat, ah itu brownies atau kue tart. Halah saya gak bisa ngebedainnya. Hanya bermodalkan itu, ibu sukses terharu. Saya juga ikutan nangis. Heu … heu … hiks …

Diary “Ritual Lapaong Astral”

Apaan itu Ritual Lapaong Astral? Eits … jangan mikir yang aneh-aneh gitu. Ini bukan ritual yang berhubungan dengan dunia mistis dan lain sebagainya. Om Yuditeha lagi membuka acara. Dia juga sering disebut "Bos Genk" :) Jum’at kemarin saya baru dari Solo, bias jalan-jalan *muka songong. Halah sok banget ya? Hehehe. Suatu kehormatan saya bisa menghadiri acara sastra yang di dalamnya mempertemukan saya dengan mas-mas ganteng unlimited. Cie … giliran disinggung Mas Ganteng aja pada semangat. Banyak cerita lucu yang tak banyak diketahui orang, mulai dari berangkat ke Wisma TBJT hingga acara itu selesai tetap saja euforianya masih membekas.